5 Tips Memulai Investasi di Fintech P2P Lending

Inilah 5 hal yang harus anda ketahui sebelum niat investasi di fintech p2p lending
Dunia era digital saat ini terus berkembang pesat. Berbagai inovasi dan terobosan di dunia era digitalisasi saat ini terus dikembangkan termasuk di sektor bisnis. Salah satu inovasi teknologi hasil dari buah pemikiran manusia yang belakangan ini mulai popular adalah Fintech P2P Lending.

Istilah fintech yang merupakan akronim dari financial technology sudah tak asing lagi di dunia bisnis Indonesia beberapa tahun belakangan ini. Fintech juga dipercaya akan menjadi salah satu sub sektor yang diproyeksi menjadi tren di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

Peer to peer (P2P) lending merupakan jenis instrumen investasi baru yang sedang populer di Indonesia. Kehadiran fintech investasi ini bisa menjadi alternatif tepat untuk mereka yang masih ragu-ragu menyimpan dananya di produk keuangan lain seperti saham, reksa dana, deposito, atau valas.

Tetapi sebelum anda berniat berinvestasi maka cobalah ikuti beberapa tips memulai investasi di fintech P2P Lending di bawah ini:

1. Lakukan Terlebih Dahulu Riset Sebelum Anda Memulai

Sebelum menjatuhkan pilihan pada satu perusahaan fintech investasi, penting bagi Anda untuk melakukan survei mendalam pada masing-masing P2P lending. Pahami dengan baik bagaimana skemanya, berapa besar suku bunga yang ditawarkan, ketahui profil risikonya, seperti apa reputasinya, dan yang paling penting juga adalah legalitas perusahaannya.

Kekurang telitian kita dalam memilih perusahaan investasi yang tepat bisa jadi akan dimanfaatkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab dan inilah yang sering menyebabkan seseorang bisa terjebak dalam investasi bodong.

Untuk mengetahui apakah perusahaan fintech P2P yang anda pilih memiliki legalitas ataukah tidak Anda bisa melihat langsung di https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/publikasi/Default.aspx

2. Pahami Apa Risiko Berinvestasi di Fintech P2P

Setiap investasi pasti memiliki resiko masing-masing. Begitu pula dengan P2P lending. Jika Anda tertarik untuk menginvestasikan dana di platform yang satu ini, pahami dengan baik apa saja risikonya, dan pertimbangkan sematang mungkin sebelum mengambil keputusan.

3. Selektif Memilih Calon Peminjam

Berinvestasi di fintech P2P Lending risiko terbesarnya adalah modal yang Anda pinjamkan habis karena nasabah gagal bayar. Apalagi dalam sistem pinjaman online, pihak kreditur dan debitur tidak pernah bertemu langsung, melainkan hanya berhubungan secara online sehingga semua memang berdasarkan rasa saling percaya. Tetapi biasanya perusahaan Fintech P2P resmi, mereka memiliki data yang berisi profil lengkap calon peminjam di website mereka dan tentu sangat selektif di dalam memilih calon peminjam. Fitur menarik yang berisikan profile calon peminjam ini bisa Anda manfaatkan sebaik mungkin untuk menganalisa siapa calon peminjam tersebut.

4. Memulai Investasi Sebaiknya Dilakukan Mulai Dari Modal Kecil

Modal investasi di Fintech P2P Lending bisa dilakukan mulai dari Rp100 ribu. Mulailah dengan moal kesil ini karena dengan modal kecil risiko yang Anda terima pun cukup kecil sehingga cocok sebagai pembelajaran di dalam berinvestasi.

5. Berinvestasilah Dengan Penuh Keyakinan

Persiapkan diri terhadap segala bentuk resiko yang sekiranya akan Anda dapatkan dalam proses berinvestasi di Fintech Lending. Berinvestasilah dengan dana yang memang sanggup Anda tanggung kerugiannya jika memang harus mendapatkan kerugian.

Demikian, semoga tips memulai investasi di fintech P2P Lending di atas bisa bermanfaat bagi Anda.
Readmore → 5 Tips Memulai Investasi di Fintech P2P Lending

Mengapa Investasi P2P Lending Paling Diminati Saat ini?

Saat ini ada banyak sekali bentuk dan jenis investasi yang sedang berkembang dan salah satunya adalah P2P Lending.

Apa itu P2P Lending?


Investasi P2P Lending Paling Diminati Saat ini
P2P Lending adalah bisnis investasi online yang merupakan produk keuangan terbaru saat ini. Produk ini adalah jenis investasi dengan sistem alokasi permodalan dengan berbasis teknologi internet (fintech) dimana pihak investor dengan pihak peminjam akan dipertemukan dalam sebuah sistem yang bernama Per to Per Lending atau orang sekarang sering menyebutnya dengan P2P Lending.

Saat ini di Indonesia berdasarkan publikasi OJK sampai dengan pertanggal 30 Oktober 2019 ada sekitar 144 perusahaan Fintech yang menjalankan bisnis investasi dengan model P2P ini dan semuanya telah mendapatkan legalitas dan diakui keberadaannya oleh pemerintah.

Berikut 10 perusahaan Fintech P2P terbaik di Indonesia yakni:

1. Amartha (PT. Amartha Mikro Fintek)
2. KoinWorks (PT. Lunaria Annua Teknologi)
3. Investree (PT. Investree Radhika Jaya)
4. Modalku (PT. Mitrausaha Indonesia Group)
5. Danamas (PT. Pasar Dana Pinjaman)
6. Uang Teman (PT. Digital Alpha Indonesia)
7. Dana Kita (PT. DanaKita Prima Data)
8. Akseleran (PT. Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia)
9. KlikACC (PT. Aman Cermat Cepat)
10. Pendanaan (PT. Pendanaan Teknologi Nusa)

Cara Kerja Bisnis Investasi P2P


Pada dasarnya semua aplikasi di perusahaan Fintech P2P Lending memberikan skema umum yang sama. Yaitu uang dari investor disalurkan pada kreditur yang terpercaya. Nantinya, investor bisa mendapatkan keuntungan tahunan sesuai dengan risiko yang dipilih.

Logikanya, makin besar risiko yang berani Anda pilih, maka makin besar pula return yang dijanjikan.

Investasi jenis ini sekarang banyak sekali peminatnya mulai dari kaum milenial sampai ibu rumah tangga lho!.

Mengapa Bisnis Investasi P2P Lending Paling Diminati Saat Ini?


Setidaknya ada 4 alasan mengapa jenis investasi ini sangat diminati masyarakat, diantaranya adalah:

1. Modal Investasi Yang Relatif Kecil dan Terjangkau

P2P lending menawarkan modal investasi sangat terjangkau mulai dari Rp100 ribu an kok.

2. Sistem Bagi Hasil Yang Lebih Besar dari Deposito

Dibanding deposito, imbal hasil yang dapat diperoleh dengan menanamkan modal di P2P lending ini lebih besar. KoinWorks misalkan, perusahaan Fintech P2P terbaik di Indonesia ini bahkan menawarkan profit hingga sebesar 18% pertahun. Coba bandingkan dengan suku bunga deposito yang hanya berkisar antara 4-7% setahun.

3. Mudah Dipelajari dan Diterapkan

Jenis investasi atau pendanaan di P2P lending ini sangat mudah dipelajari dan diterapkan dan bahkan oleh para ibu rumah tangga sekalipun. P2P ini hanya menerapkan konsep yang sangat sederhana, yakni pinjam meminjam uang saja.

Disini Anda hanya perlu menanamkan modal di perusahaan P2P lending yang Anda pilih, kemudian setiap bulan atau setiap tahun akan menerima keuntungan.

4. Minim Risiko Bila Uang Diinvestasikan di perusahaan P2P Lending yang Legal

Siapa sih yang nggak khawatir terjerat oleh investasi bodong? Sebelum Anda berniat melakukan investasi, maka pastikan Anda memilih perusahaan P2P lending yang telah terdaftar resmi dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan begitu, risiko investasi lebih minim karena semua proses di awasi oleh otoritas. Jangan sampai ingin untung eh.. malah jadi buntung.

Oleh karena itu cerdaslah dalam memilih investasi yang tepat jangan sampai Anda termakan bujuk rayu oknum investasi bodong. Agar tercegah dari segala bentuk iming iming dan aksi tipu daya investasi bodong mungkin ada baiknya Anda membaca artikel tips terhindar dari investasi bodong yang juga telah saya publikasikan dalam blog saya ini.

Terima kasih atas kunjungannya semoga artikel ini bisa berrmanfaat untuk Anda. Jangan lupa untuk menulis juga komentar Anda disini karena siapa tau ada pengalaman berharga Anda yang bisa Anda bagikan terkait dengan investasi P2P Lending ini agar pembaca lain dapat pula mengetahuinya.
Readmore → Mengapa Investasi P2P Lending Paling Diminati Saat ini?

Tips Cerdas Terhindar Dari Bisnis Investasi Bodong

Tips Cerdas Terhindar Dari Bisnis Investasi Bodong
Banyak sekali berita miring terutama info seputar bisnis investasi bodong yang kita dengar akhir akhir ini. Bisnis investasi bodong telah banyak memakan korban dan tragisnya, korbannya bukan satu dua orang tetapi ribuan jumlahnya.

Banyaknya korban dari bisnis dalam bentuk investasi ini karena minimnya pemahaman masyarakat kita tentang karakteristik investasi bodong tersebut. Iming iming akan adanya keuntungan dalam waktu singkat menjadi salah satu penyebab mengapa kemudian bisnis investasi bodong ini makin merajalela.

Jika Anda berminat ingin melakukan kegiatan investasi dan terhindar dari segala bentuk kerugian sebaiknya lebih cermat dalam memilih bisnis investasi ini mulai dari sekarang.

Dari hasil catatan lembaga Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK) saja, bisnis investasi bodong ini telah banyak memakan korban. Rentang 10 tahun saja mulai tahun 2008 sampai dengan 2018 saja investasi bodong telah menyebabkan kerugian kepada masyarakat senilai Rp88,8 triliun.

Baca: Penyebab investasi bodong kian merajalela di Indonesia

Agar Anda tidak terjerat modus investasi bodong ini maka dalam kesempatan kali ini mashilmi.xyz akan memberikan beberapa tips cerdas terhindar dari bisnis investasi bodong.

Tips Cerdas Terhindar Dari Bisnis Investasi Bodong

  1. Teliti keabsahan lembaga dan produknya di OJK apakah sudah terdaftar atau belum. 
  2. Pahami proses bisnis yang ditawarkan kepada Anda, serta apa manfaat dan seperti apa risikonya. 
  3. Pahami apa hak dan juga kewajiban Anda ketika Anda akan melakukan investasi.
Dalam mnjalankan aksinya, ada beberapa modus yang dilakukan oleh pemilik investasi bodong dalam menjalankan aksinya seperti misalkan menjanjikan iming iming keuntugan besar, memanfaatkan tokoh (public figur), dan lain sebagainya.

Untuk itu ketahui karakteristik bisnis investasi bodong tersebut agar Anda terhindar dari segala bentuk resiko kerugian

Dan berikut adalah beberapa karakteristik investasi bodong tersebut diantaranya:

Pertama, investasi tersebut biasanya selalu menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu yang singkat.

Kedua, klaim investasi tanpa risiko (free risk). Padahal, untuk Anda ketahui bahwa prinsip investasi ialah semakin tinggi peluang untung, maka semakin tinggi pula risikonya.

Ketiga, menjanjikan bonus dari prekrutan anggota baru atau member get member. Praktik ini biasanya dilakukan dalam Multi-level Marketing atau MLM. Akibatnya, anggota tidak lagi berjualan barang, tetapi lebih fokus menjaring anggota baru dengan janji manis keuntungan berlipat.

Keempat, Bisnis investasi bodong biasanya selalu memanfaatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, atau public figure untuk menarik minat investasi.

Kelima, investasi bodong tidak memiliki legalitas yang jelas atau tidak berizin. Ada juga yang memiliki izin lembaga tetapi tidak punya izin usaha, atau memliki izin usaha dan lembaga, tetapi kegiatan usahanya tidak sesuai izin.

Cerdaslah dalam memilih bisnis investasi karena dengan itulah Anda akan terhindar dari tipu daya oknum oknum yang tak bertanggung jawab.
Readmore → Tips Cerdas Terhindar Dari Bisnis Investasi Bodong

Inilah Penyebab Investasi Bodong Kian Merajalela di Indonesia

Penyebab Investasi Bodong Kian Merajalela di Indonesia
Bisnis investasi kini makin digemari oleh masyarakat Indonesia. Tetapi dibalik semua itu ternyata ada saja oknum oknum yang tak bertanggung jawab memanfaatkan situasi demikian dengan menawarkan investasi yang akhirnya masuk kedalam kategori bisnis investasi bodong.

Sebagai masyarakat yang ingin menanamkan dana untuk berinvestasi mestinya kita harus lebih jeli dalam memilih bisnis investasi yang tepat saat ini. Ketidaktahuan kita adalah salah satu penyebab kenapa investasi bodong di Indonesia makin kian merajalela. Ketidaktahuan inilah yang kemudian akan dimanfaatkan oleh oknum investasi abal abal untuk mengeruk uang korbannya.

Selain itu iming iming keuntungan besar dalam waktu cepat dan singkat sering juga menjadi modus "mematikan" dari oknum investasi bodong alam menggaet korbannya.

Banyak sekali modus lain yang dipakai oleh oknum investasi bodong yang perlu Anda waspadai seperti misalkan dengan memanfaatkan tokoh masyarakat atau public figure.

Tujuan mereka hanya satu yakni agar Anda bisa percaya akan keberadaan mereka..

Berikut di bawah ini adalah beberapa penyebab mengapa investasi bodong kian merajalela di Indonesia.

Masyarakat Kurang Teliti Dalam Memilih Bisnis Investasi Yang Terpercaya.

Sebagai calon investor sebaiknya Anda lebih teliti memilih investasi yang ditawarkan. Periksa apakah perusahaan tersebut terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau tidak. Jangan malas untuk memeriksanya. Jangan sekali kali berinvestasi pada perusahaan yang tidak memiliki izin. Dengan mudahnya membuat perusahaan fiktif dan memanfaatkan ketidak telitian Anda penipu online dapat mengeruk dana investasi Anda dan Anda tentu tidak akan memperoleh keuntungan apapun.

Masyarakat Suka Dengan Iming Iming Keuntungan Besar Dalam Waktu Singkat

Investasi memang cukup menggiurkan karena seringkali menawarkan keuntungan yang akan diberikan. Namun perlu dicatat bahwa pada dasarnya investasi tidaklah menghasilkan penghasilan yang instan apalagi dengan keuntungan yang sangat tinggi. Jika Anda ditawari investasi dengan keuntungan yang sangat besar dalam waktu yang singkat Anda perlu waspadai karena itu sudah bisa dipastikan investasi bodong..

Masyarakat Masih Awam Akan Bisnis Investasi

Sasaran dari bisnis investasi bodong adalah seringkali menyasar orang orang yang masih awam tentang apa itu investasi. Ketidaktahuan masyarakat inilah yang dimanfaatkan oleh oknum investasi abal abal atau investasi bodong untuk mengeruk uang korbannya dan mudah untuk di tipu.
Readmore → Inilah Penyebab Investasi Bodong Kian Merajalela di Indonesia